top of page

Kolaborasi Indonesia–Australia Dorong Pemanfaatan AI untuk Memperkuat Pelayanan Kesehatan Primer

AI in Healthcare adalah salah satu lompatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Lombok dan Garut
AI in Healthcare adalah salah satu lompatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Lombok dan Garut

Mataram, 27 Agustus 2026 – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pelayanan kesehatan primer terus berkembang sebagai salah satu pendekatan untuk membantu tenaga kesehatan mengelola informasi, memantau kondisi pasien, dan memberikan layanan yang lebih responsif. Pembelajaran dari pengembangan dan implementasi AI di tingkat layanan primer menjadi fokus Webinar Diseminasi Nasional AI in Health Care Project yang diselenggarakan secara hybrid di Lombok Astoria, Mataram, Nusa Tenggara Barat.


Webinar ini mempertemukan perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, serta mitra pembangunan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran dari proses pengembangan serta penerapan teknologi AI dalam konteks pelayanan kesehatan ibu dan anak.


AI in Health Care Project merupakan proyek kolaboratif antara Summit Institute for Development (SUMMIT), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), CSIRO Australia, dan Universitas Mataram (UNRAM), dengan dukungan KONEKSI – Australia-Indonesia Knowledge Partnership. Proyek ini berangkat dari kebutuhan di tingkat layanan primer, khususnya bagaimana data kesehatan ibu yang sebagian masih tercatat secara manual dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung pelayanan.

Dalam proyek ini, para mitra mengembangkan tiga komponen teknologi yang saling terhubung, yaitu Bunda Optical Character Recognition (OCR), AI Predictive Dashboard, dan AI Personalized Message.


Bunda OCR dikembangkan untuk membantu bidan mendigitalisasi informasi dari Buku KIA. Teknologi ini memungkinkan informasi yang sebelumnya tercatat dalam bentuk tulisan pada dokumen kesehatan untuk diubah menjadi data digital, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pemindahan data secara manual dan menjadi bagian dari alur pengelolaan data berikutnya.


Data yang tersedia kemudian dapat dimanfaatkan melalui AI Predictive Dashboard, yang dirancang sebagai decision-support tool bagi tenaga kesehatan. Dashboard menyajikan informasi kehamilan dan hasil prediksi risiko dalam bentuk yang lebih mudah dipantau, sehingga dapat membantu bidan melihat kondisi pasien, mengidentifikasi pasien yang memerlukan perhatian lebih, menentukan prioritas pelayanan, serta mendukung tindak lanjut.


Sementara itu, AI Personalized Message memperluas pemanfaatan teknologi hingga kepada ibu hamil. Dengan menggunakan WhatsApp sebagai kanal komunikasi, sistem dapat membantu menyampaikan informasi, edukasi, dan pesan kesehatan yang lebih relevan berdasarkan informasi yang tersedia mengenai ibu hamil. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan ibu hamil dalam memahami dan menjaga kondisi kehamilannya.


Ketiga komponen tersebut dikembangkan sebagai satu rangkaian, mulai dari membantu proses digitalisasi data, mengubah data menjadi informasi yang dapat mendukung tenaga kesehatan, hingga mendukung komunikasi kesehatan dengan ibu hamil.

Webinar diseminasi juga menjadi ruang untuk membagikan pengalaman implementasi oleh tenaga kesehatan dari empat kabupaten lokus yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Garut. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi diuji dalam konteks pelayanan kesehatan sehari-hari, sekaligus menunjukkan berbagai pembelajaran yang perlu diperhatikan dalam pengembangan dan penerapan AI di layanan primer.


Sesi Demonstrasi Teknologi yang dikembangkan dalam Project AI in Healthcare
Sesi Demonstrasi Teknologi yang dikembangkan dalam Project AI in Healthcare

Selain pemaparan hasil implementasi, peserta juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi ketiga teknologi yang dikembangkan, mulai dari proses digitalisasi menggunakan Bunda OCR, pemanfaatan AI Predictive Dashboard, hingga penyampaian pesan kesehatan melalui AI Personalized Message.


Forum ini juga memaparkan hasil studi penilaian dampak yang dilakukan selama proyek. Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai pengalaman pengguna, pemanfaatan tools dalam proses pelayanan, serta pembelajaran dari implementasi teknologi di lapangan.


Hj. Erni Suryana, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat berbagi pandangannya terkait penerapan AI dalam layanan kesehatan
Hj. Erni Suryana, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat berbagi pandangannya terkait penerapan AI dalam layanan kesehatan

Melalui diskusi panel dan sesi tanya jawab, para pemangku kepentingan membahas peluang sekaligus tantangan penerapan AI dalam sistem kesehatan Indonesia. Pembahasan mencakup kebutuhan akan kolaborasi lintas sektor, kesiapan infrastruktur dan ekosistem digital, kapasitas sumber daya manusia, kualitas dan tata kelola data, serta pentingnya memastikan bahwa penggunaan AI tetap menempatkan tenaga kesehatan dan kebutuhan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pelayanan.


CEO Summit Institute for Development, Yuni Dwi Setiyawati, mengatakan bahwa pengembangan teknologi ini berangkat dari kebutuhan untuk membuat data kesehatan yang sudah tersedia dapat lebih bermanfaat bagi pelayanan.


“Banyak data kesehatan yang tersebar, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Inilah yang memotivasi kita untuk mencari cara bagaimana mendigitalisasi data manual agar dapat diolah dan dimanfaatkan untuk membantu tenaga kesehatan memberikan respons yang lebih cepat,” ujar Yuni.

Melalui kolaborasi antara institusi penelitian, perguruan tinggi, mitra teknologi, pemerintah, dan tenaga kesehatan, proyek ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan primer di Indonesia. Ke depan, pengalaman dan pembelajaran dari implementasi tersebut dapat menjadi dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi secara lebih luas.



 
 
 

Komentar


bottom of page