
DOJO
Inisiatif peningkatan kapasitas yang dirancang untuk mempercepat penelitian genomik dan biomedis berkualitas tinggi.
Genomics and Science Dojo (GSD)
Genomics and Science Dojo (GSD) merupakan program pelatihan inovatif yang dirancang untuk membekali para peneliti Indonesia dengan keterampilan dalam menganalisis data genomik dan menerjemahkan hasil penelitian menjadi kebijakan serta intervensi yang dapat diterapkan. Menyadari masih terbatasnya kapasitas di bidang bioinformatika dan analisis genomik di Indonesia, program ini bertujuan membangun ekosistem genomik yang berkelanjutan dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian kesehatan.
Inisiatif ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Summit Institute for Development, GSI Academy (bagian dari GSI Lab), Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU), dan Institute of Medical Research and Education, Faculty of Medicine Universitas Indonesia (IMERI-FKUI), dengan dukungan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.
Terinspirasi oleh prinsip-prinsip seni bela diri, Dojo menciptakan lingkungan pembelajaran yang kompetitif sekaligus kolaboratif. Para peserta mengikuti serangkaian sesi intensif atau sprints yang berfokus pada tema-tema genomik tertentu, dengan tujuan mengasah kemampuan berpikir kritis, analisis data, serta komunikasi ilmiah. Program ini menitikberatkan pada pengalaman praktik langsung, pendampingan oleh mentor, dan umpan balik konstruktif dari sesama peserta.
Dojo Shinjitsu Tournament Session
Secara harfiah dalam bahasa Jepang, kata Dojo berarti “Place of the Way” atau tempat untuk menempuh jalan pembelajaran. Genomics and Science Dojo mengadopsi filosofi seni bela diri, di mana ilmu pengetahuan dipelajari melalui praktik langsung terhadap keterampilan inti dan melalui proses sparring ilmiah—yakni menguji, mengkritisi, mempertahankan, dan memperkuat gagasan melalui diskusi yang sehat dan berbasis bukti.
Pendekatan ini dirancang untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis yang sering kali belum berkembang optimal di lingkungan akademik Asia Tenggara, yang umumnya lebih mengedepankan harmoni dan menghindari konfrontasi dibandingkan diskusi kritis secara terbuka. Melalui metode ini, peserta didorong untuk berani mengemukakan pendapat, menerima kritik secara konstruktif, dan memperkuat kualitas penelitian mereka.
Genomics and Science Workshop (GSW)
Selain program Dojo, peserta terpilih juga berkesempatan mengikuti Genomics and Science Workshop (GSW) yang diselenggarakan setiap tahun. Workshop ini memberikan pendalaman lebih lanjut dalam analisis data genomik dan kesehatan, serta membimbing peserta hingga menghasilkan manuskrip ilmiah yang siap dipublikasikan.
Dengan menggabungkan pelatihan yang intensif dan komunitas pembelajaran yang suportif, GSD bertujuan memberdayakan para peneliti Indonesia agar mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu genomik dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Tujuan Program
Genomics and Science Dojo dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam, praktis, dan berbasis pengalaman langsung dalam bidang genomik dan sains. Program ini menciptakan ruang yang dinamis bagi para peneliti untuk bertukar gagasan, saling menantang secara intelektual, serta menerima umpan balik yang konstruktif guna menyempurnakan kualitas penelitian mereka.
Selain penguatan kompetensi teknis, program ini juga mengintegrasikan pengembangan kemampuan berpikir kritis, pendekatan psikologi positif, dan praktik penggunaan bahasa Inggris akademik untuk meningkatkan kemampuan analitis serta komunikasi ilmiah peserta.
Seluruh elemen tersebut dipadukan dalam pendekatan khas Dojo yang disebut “Shinjitsu”, yang berarti pencarian kebenaran. Filosofi ini mendorong peserta untuk berpikir lebih mendalam, berkomunikasi secara efektif, serta berkembang menjadi ilmuwan yang tangguh dan adaptif.
Dampak dan Capaian
Pelaksanaan Dojo 1.0 dan Dojo 2.0 berhasil menarik lebih dari 60 peserta yang berasal dari 25 institusi di Indonesia. Beberapa institusi yang berpartisipasi antara lain Universitas YARSI, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Besar Biologi Vaksin, INBIO Indonesia, dan berbagai institusi lainnya.
Pada penyelenggaraan tersebut, Summit Institute for Development meraih posisi juara pertama, diikuti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai juara kedua, serta Universitas YARSI sebagai juara ketiga.
Meskipun program ini dikenal sangat intensif, pendekatan tersebut memang dirancang untuk menghasilkan dampak yang nyata. Dengan tujuan mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kebijakan publik di Indonesia, program ini memberikan dukungan terbaik kepada para peneliti agar data yang selama ini belum dianalisis dapat diolah, ditulis, dan dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi internasional.
Pasca workshop, program ini menargetkan lahirnya sedikitnya 15 publikasi ilmiah dari para peserta. Diharapkan publikasi tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perubahan kebijakan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Membangun Ekosistem Sains Indonesia
Lebih dari sekadar menghasilkan manuskrip ilmiah, Genomics and Science Dojo membuka peluang bagi para peneliti untuk belajar dari sesama rekan, membangun kolaborasi lintas disiplin, serta meningkatkan kemampuan komunikasi sains kepada masyarakat luas.
Program ini juga berupaya mengurangi kesenjangan antara dunia penelitian dan masyarakat dengan menjadikan ilmu pengetahuan lebih mudah diakses dan dipahami. Dalam jangka panjang, GSD diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan peneliti Indonesia sekaligus memperkuat dan memperluas ekosistem sains nasional.
Melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, Genomics and Science Dojo berkontribusi dalam mencetak generasi peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global serta menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan bagi pembangunan kesehatan masyarakat.
