top of page
High school friendship

KONEKSI

Penerapan analitik AI untuk memprediksi perilaku pencarian layanan kesehatan, hasil kesehatan, dan kinerja tenaga kesehatan.


Selama lebih dari 20 tahun, Summit Institute for Development (SID) berada di garis depan inovasi kesehatan masyarakat di Indonesia. SID berpartisipasi dalam studi global yang berhasil menurunkan angka kematian bayi serta menjadi salah satu penggagas Open Smart Register Platform (OpenSRP), sebuah platform kesehatan digital yang kini diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu dari sepuluh inovasi kesehatan global terbaik. Berbekal pengalaman tersebut, SID terus mengembangkan inovasi yang mendorong transformasi sistem kesehatan menuju masa depan yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, SID memimpin inisiatif digitalisasi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui pemanfaatan standar Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) dan ekosistem data kesehatan nasional SATUSEHAT. Pendekatan ini memungkinkan keterhubungan antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sistem rujukan, sehingga menciptakan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, SID mengembangkan proyek inovatif yang didukung oleh Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dengan mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis Deep Learning Neural Networks ke dalam sistem kesehatan digital. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan meningkatkan efektivitas layanan kesehatan melalui analisis data yang lebih cerdas dan prediktif.

Secara khusus, proyek ini dirancang untuk:

  • Memprediksi perilaku pencarian layanan kesehatan (care-seeking behavior), termasuk kecenderungan kunjungan ulang, kepatuhan terhadap pengobatan, dan pemanfaatan layanan kesehatan oleh individu, keluarga, maupun komunitas.
  • Mengidentifikasi kemungkinan keberhasilan berbagai intervensi dan kombinasi pengobatan dalam memengaruhi hasil kesehatan masyarakat.
  • Memprediksi kinerja tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang berkualitas sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Proyek ini diimplementasikan di tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat dengan menggunakan pendekatan supervised learning berbasis jaringan saraf tiruan (deep neural networks). Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan menutup kesenjangan layanan kesehatan masyarakat, memperkuat transfer teknologi dan pengetahuan kepada pemerintah daerah, serta mengembangkan sistem pemantauan kesehatan digital yang lebih efektif.

Selain itu, proyek ini juga berfokus pada peningkatan kualitas dan cakupan layanan kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak (Reproductive, Maternal, Neonatal, and Child Health/RMNCH), sehingga pengambilan keputusan di tingkat layanan primer dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data.

Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi konsorsium yang kuat yang dipimpin oleh SID bersama Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dari Australia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Mataram (UNRAM). Kemitraan ini dibangun melalui koordinasi yang erat, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman implementasi di lapangan.

Melalui perjalanan tersebut, SID menyadari bahwa sinergi tim dan keterlibatan aktif para pengambil kebijakan merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program. Pada saat yang sama, teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mendukung tenaga kesehatan di garis depan dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Program ini juga dirancang dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Dengan menempatkan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas utama, program ini secara langsung berfokus pada perempuan sebagai kelompok penerima manfaat utama. Selain itu, perhatian khusus diberikan untuk memastikan keterlibatan penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau, khususnya di wilayah pedesaan.

Melalui pendekatan yang inklusif, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan luaran kesehatan, tetapi juga membangun sistem kesehatan yang lebih adil, setara, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada akhirnya, tujuan utama dari inisiatif ini adalah mengubah data menjadi tindakan nyata—menghadirkan bukti yang dapat diterjemahkan menjadi keputusan yang lebih baik, layanan yang lebih efektif, dan dampak kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

bottom of page