Koordinasi Bersama Pemangku Kepentingan Bahas Masa Depan Ekosistem Kesehatan Digital di NTB
- SID Developer
- 23 jam yang lalu
- 3 menit membaca

Upaya memperkuat transformasi kesehatan digital di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan koordinasi yang mempertemukan Summit Institute for Development (SID), SPHERES, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) pada Selasa (17/6).
Pertemuan yang berlangsung di Mataram tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas keberlanjutan berbagai program kesehatan digital yang selama ini dikembangkan oleh SID bersama Spheres. Fokus utama pembahasan diarahkan pada upaya memastikan inovasi yang telah berjalan dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di Pulau Lombok.
Selama beberapa tahun terakhir, SID melalui pendekatan Digitally Enabled District telah mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem kesehatan daerah. Inovasi ini memungkinkan tenaga kesehatan di tingkat pelayanan dasar untuk melakukan pemantauan kesehatan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Digitalisasi juga membantu mempercepat alur pelaporan, mengurangi beban administrasi manual, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam pemaparannya, Chief Executive Officer (CEO) SID, Yuni Dwi Setiyawati, menekankan bahwa pembangunan ekosistem kesehatan digital bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi juga membangun fondasi sistem yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu capaian penting yang berhasil diwujudkan adalah tersedianya sistem pengelolaan data yang memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk memiliki dan memanfaatkan data kesehatan secara mandiri. Dengan demikian, data tidak hanya terkumpul untuk kebutuhan pelaporan, tetapi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan intervensi yang lebih tepat sasaran.
“Data yang dimiliki daerah dapat menjadi data for action, sehingga setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ungkapnya dalam forum diskusi tersebut.
Yuni juga menyoroti pentingnya komitmen jangka panjang dalam pengembangan ekosistem digital. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital seringkali dipersepsikan sebagai investasibesar yang hasilnya harus terlihat dalam waktu singkat. Padahal, manfaat utama dari sistem digital justru akan dirasakan dalam jangka panjang melalui peningkatan efisiensi layanan dan penghematan biaya.
Menurutnya, investasi pada sistem kesehatan digital dapat membantu pemerintah mengurangi berbagai pengeluaran yang selama ini muncul akibat keterlambatan deteksi masalah kesehatan. Dengan sistem pemantauan yang lebih baik, berbagai risiko kesehatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang membutuhkan biaya lebih besar.
“Prinsipnya sederhana, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ketika sistem mampu mendeteksi lebih dini, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan akan jauh lebih rendah,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif antara para peserta. Perwakilan dari BAPPEDA, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dan DPM memberikan berbagai masukan terkait strategi integrasi program, kebutuhan regulasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang pendanaan yang dapat mendukung keberlanjutan inisiatif kesehatan digital di masa mendatang.
Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat kolaborasi yang kuat. Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan transformasi digital tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi pembangunan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan SID dapat terus berlanjut dan semakin terintegrasi ke dalam sistem kesehatan daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta skema pendanaan yang berkelanjutan, ekosistem kesehatan digital di NTB diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain di Indonesia.




Komentar