top of page

Membangun Generasi Peneliti Tangguh: Kisah di Balik Genomics and Science Dojo 3.0

  • Gambar penulis: SID Developer
    SID Developer
  • 50false53 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)
  • 3 menit membaca
Foto Bersama Para pemenang Shinjitsu Tournament
Foto Bersama Para pemenang Shinjitsu Tournament

Di tengah upaya memperkuat ekosistem riset genomik dan biomedis Tanah Air, sebuah program pengembangan kapasitas kembali digelar untuk ketiga kalinya. Genomics and Science Dojo 3.0 hadir bukan sekadar sebagai pelatihan teknis, melainkan sebagai gerakan untuk menumbuhkan budaya ilmiah yang lebih kritis, terbuka, dan kolaboratif di kalangan peneliti muda Indonesia.


Peserta Genomics and Science Dojo juga diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri
Peserta Genomics and Science Dojo juga diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri

Keunikan di Balik Dojo: Sebuah Metode yang Berbeda

Mengusung filosofi "Dojo" yang kental dengan nuansa seni bela diri dan metodologi Shinjitsu, program ini berangkat dari satu keyakinan sederhana: peneliti yang hebat tidak lahir dari kerja sendirian, melainkan dari ruang diskusi yang berani mempertanyakan asumsi dan membangun argumentasi secara mendalam. Program ini terselenggara atas dukungan British Embassy Jakarta, dan diinisiasi oleh Summit Institute for Development (SID) bersama GSI Lab, dan OUCRU-ID.


Yang membedakan Genomics and Science Dojo dari program pengembangan kapasitas riset pada umumnya adalah metode pembelajarannya yang dirancang secara khas dan berjenjang, dikenal sebagai Dojo Method. Pendekatan ini tidak hanya menyentuh sisi teknis penelitian, tetapi juga sisi manusiawi dari perjalanan seorang akademisi.


Memasuki Cycle 2: Dari Layar ke Ruang Tatap Muka

Perjalanan Genomics and Science Dojo 3.0 kini memasuki Cycle 2 yang dibuka dengan Online Shinjitsu ClassĀ selama tiga hari pada 17–19 Juni 2026. Di sesi daring ini, para peserta dari berbagai daerah mulai merajut komunikasi dengan sensei-sensei pendamping mereka, sekaligus mempresentasikan kembali gagasan riset dan progres manuskrip untuk mendapat masukan awal sebelum melangkah ke tahap berikutnya.


Setelah pemanasan virtual itu, kegiatan berlanjut ke minicamp intensif pada 21–25 Juni 2026 di Novotel Cikini dan Mercure Cikini, Jakarta. Selama lima hari penuh, para peneliti dari lintas institusi berkumpul dalam suasana yang padat namun tetap menghidupkan spirit kolaborasi, mengikuti pelatihan, berdiskusi, hingga beradu gagasan dalam kompetisi ilmiah.


Sesi Penyampaian materi oleh Sensei pada Minicamp Dojo Cycle 2
Sesi Penyampaian materi oleh Sensei pada Minicamp Dojo Cycle 2

Sesi pertama hadir lewat sesi Wounded Healer,Ā yakni sebuah diskusi hangat dan terbuka antara sensei dan peserta. Dalam sesi ini, sensei turut membuka diri membagikan tantangan dan kerentanan pribadi mereka, menegaskan bahwa Dojo adalah ruang aman untuk bertumbuh, belajar, dan saling menyembuhkan. Peserta diberi kesempatan untuk berefleksi, sebuah langkah awal yang jarang ditemui dalam program riset konvensional, namun terbukti penting untuk membangun kepercayaan dan keterbukaan dalam komunitas ilmiah.


Sesi Wounded Healer
Sesi Wounded Healer

Setelah fondasi emosional itu terbangun, peserta diajak masuk ke tahap yang lebih dinamis lewat Shinjitsu Ninja, serangkaian tantangan yang memacu peserta menyelesaikan berbagai tugas publikasi ilmiah secara cepat dan terfokus: mulai dari penulisan abstrak, analisis data, hingga pengembangan pembahasan manuskrip. Formatnya yang intensif sengaja dirancang untuk melatih peserta menembus hambatan-hambatan yang umum dihadapi dalam proses penulisan ilmiah.Ā 


Rangkaian metode ini kemudian memuncak pada Shinjitsu Tournament, sebuah kompetisi debat ilmiah, tempat tim-tim peserta mempresentasikan ide riset maupun draft manuskrip mereka. Di sini, peserta menerima masukan dan kritik langsung dari peserta lainnya, menjadikan kompetisi ini bukan sekadar adu argumen, tetapi juga ruang belajar kolektif untuk memperkuat kualitas penelitian masing-masing.Ā 


Shinitsu Tournament, fase terakhir dari metode dojo
Shinitsu Tournament, fase terakhir dari metode dojo

Ketiga tahap ini menjadi satu kesatuan metode yang menjadikan Genomics and Science Dojo lebih dari sekadar pelatihan riset. Ia adalah perjalanan transformasi bagi peneliti, baik secara intelektual maupun personal.


Penyampaian Pesan dan Motivasi kepada para Peserta oleh Anuraj H. Shankar
Penyampaian Pesan dan Motivasi kepada para Peserta oleh Anuraj H. Shankar

Para sensei juga membekali peserta dengan materi seputar perancangan riset genomik, penguatan kualitas data, hingga strategi pengolahan data yang sistematis.

Anuraj H. Shankar, D.Sc., Ph.D., salah satu founder Genomics and Science Dojo, menitipkan pesan yang menjadi semangat program ini:

"Science is always being wrong, because with being wrong, we always find the truth."

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page