Mendorong Ekosistem Kesehatan Digital Terintegrasi di Garut melalui Kolaborasi Pemkab Garut, IKKHG, dan SUMMIT

Penguatan transformasi digital di sektor kesehatan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengembangan, dan institusi pendidikan. Komitmen tersebut ditandai dengan sosialisasi program Digitally Enabled District (DED) dan Layanan Bunda Hebat di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Rabu (16/9).
Bertempat di Ruang Rapat Kampus II IKKHG, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dan data dalam pelayanan kesehatan primer. Agenda tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Summit Institute for Development (SUMMIT), dan IKKHG.
Program DED dikembangkan SUMMIT bersama Pemerintah Kabupaten Garut dengan dukungan Gates Foundation. Inisiatif ini bertujuan membangun fondasi ekosistem kesehatan digital yang terintegrasi, termasuk melalui penerapan standar interoperabilitas Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR).
CEO SUMMIT, Yuni Dwi Setiyawati, menjelaskan bahwa DED telah berjalan sejak 2023 dan direncanakan terus diperluas hingga 2027. Setelah tahap awal melalui DED 1 yang mencakup 9 puskesmas, program DED 2 diarahkan untuk menjangkau 45 puskesmas tambahan, sehingga total sasaran mencapai 54 puskesmas yang ada di Garut.
Pengembangan tersebut mencakup pemetaan fasilitas kesehatan, baseline survey, penguatan arsitektur teknologi, serta peningkatan kapasitas bidan, kader, dan operator IT. Peserta juga diperkenalkan dengan KuApps, yang terdiri dari BidanKu dan KaderKu untuk mendukung pencatatan layanan luar gedung secara daring maupun luring.
Selain itu, terdapat Dynamic Workers Support (DWS) untuk membantu pemantauan tenaga kesehatan, PWS Dashboard untuk visualisasi data Integrasi Layanan Primer (ILP), serta teknologi AI Optical Character Recognition (OCR) dan AI Predictive Model yang dikembangkan untuk mendukung digitalisasi dokumen dan deteksi dini risiko kesehatan.
Sosialisasi turut memperkenalkan Layanan Bunda Hebat HealthComm, sebuah layanan komunikasi kesehatan digital yang mendukung pengingat, konsultasi, dan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat melalui WhatsApp.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, menyampaikan bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat layanan kesehatan ibu sekaligus membuka peluang penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor IKKHG, Dr. Iwan Wahyudi, menegaskan komitmen institusinya untuk berkontribusi dalam kerja sama ini melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Kolaborasi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk mengenal lebih jauh inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan.
Keterlibatan IKKHG diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman dan pengetahuan mengenai transformasi digital kesehatan. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.





Komentar