Summit Institute for Development at SEMILOKA 2026: Advancing Data-Driven Public Health
- SID Developer
- 6 jam yang lalu
- 2 menit membaca

The Governor of West Nusa Tenggara, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si visits the Digital Enabled District (DED) booth by Summit Institute for Development.
Lombok Raya Hotel, April 28 – May 1, 2026 — Summit Institute for Development dengan bangga berpartisipasi dalam Seminar dan Lokakarya Nasional (SEMILOKA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Kabupaten di Indonesia. Forum nasional ini mempertemukan para pemimpin kesehatan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen, strategi, serta kapasitas di tingkat kabupaten dan layanan kesehatan primer.
Tahun ini, SEMILOKA menyoroti beberapa area prioritas dalam kesehatan masyarakat, termasuk:
Penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes
Pencegahan stunting
Implementasi kawasan tanpa rokok
Penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria
Dalam kegiatan tersebut, Summit Institute for Development mempresentasikan dua inovasi utama yang menunjukkan komitmen dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia melalui pendekatan berbasis data dan teknologi.
Digitally-Enabled District (DED)
Dipresentasikan oleh Apt. Yodi Sirojudin, S.Si., M.H.Kes (Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut), inisiatif DED menyoroti kolaborasi kuat antara Summit Institute for Development dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem layanan kesehatan primer yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data. Salah satu dampak utamanya adalah kemampuan kabupaten dalam memantau dan mengelola hipertensi pada ibu hamil secara lebih efektif, sehingga mendukung deteksi dini dan peningkatan luaran kesehatan ibu.

CAGED – Cervix SEHAT
dipresentasikan oleh Mesyalie Lorenza, S.Biomed (Koordinator Laboratorium, Summit Institute for Development). Program ini memperkenalkan pendekatan inovatif dalam pengendalian penyakit menular dengan memanfaatkan Whole Genome Sequencing (WGS).
Melalui WGS, tenaga kesehatan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai patogen, termasuk identifikasi strain, profil resistensi, faktor virulensi, serta pola penularan. Pemahaman yang komprehensif ini mendukung para pembuat kebijakan dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran, termasuk protokol pengobatan, strategi vaksinasi, dan kebijakan pengendalian penyakit.
Selain itu, presentasi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong perilaku pencarian layanan kesehatan, khususnya untuk skrining infeksi HPV pada kelompok risiko tinggi.

Partisipasi dalam SEMILOKA 2026 memperkuat peran Summit Institute for Development sebagai mitra strategis dalam memajukan sistem kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan mengintegrasikan inovasi digital, kemajuan ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor, SID terus berkontribusi dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih responsif, adil, dan berkelanjutan di seluruh negeri.





Komentar