top of page

Workshop Katalisasi Pelayanan Kesehatan Primer Terpadu dengan FHIR


Kunjungan lapangan ke Puskesmas Lombok Barat

Dalam upaya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang lebih efisien dan terpadu, Workshop "Catalyzing Integrated Primary Health Care on FHIR" telah dilaksanakan. Workshop ini bertujuan untuk mengakselerasi penerapan layanan berbasis tim dengan FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources) sebagai standar interoperabilitas atau pertukaran datanya.



Apa itu FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources) ?

FHIR (Fast Healthcare Interoperabillity Resources) merupakan standar pertukaran data kesehatan. Dengan FHIR, pertukaran data kesehatan elektronik dapat dilakukan dengan cepat dan lebih efisien, serta memungkinkan interoperabilitas yang lebih baik antara berbagai sistem kesehatan. Ini membuka pintu untuk terciptanya layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan klien atau pasien, dengan memastikan bahwa data kesehatan dapat diakses secara real-time oleh tim perawatan.


Fokus utama dari program ini adalah untuk mengatasi kesenjangan dalam pelayanan kesehatan dengan memastikan bahwa informasi kesehatan dapat bergerak dengan mudah antara sistem informasi di layanan primer dan di masyarakat. Dengan demikian, praktisi kesehatan dapat bekerja sama dengan lebih efektif, menghasilkan perawatan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan berkualitas.



Tim SID terlibat aktif dalam kegiatan workshop

Siapa saja peserta yang terlibat dalam workshop ini?


Workshop ini dihadiri oleh tim SID, ONA, dan melibatkan mitra terkait, serta akan dilaksanakan lebih lanjut dengan mitra di wilayah serta nasional dalam waktu dekat untuk mengakselerasi dan scale up pelaksanaan di wilayah kerjasama.


Pelayanan kesehatan berbasis tim merujuk pada pendekatan dalam sektor kesehatan dimana perawatan dan layanan kesehatan diberikan oleh sekelompok tenaga garda depan yang berkolaborasi dan bekerja sama sebagai tim untuk melengkapi rencana layanan (care plan) pasien atau individu yang membutuhkan perawatan baik di Posyandu, Pustu Prima, Puskesmas bahkan sampai ke fasilitas rujukan.


Tim kesehatan ini terdiri dari berbagai jenis tenaga medis dan non-medis, seperti dokter, perawat, ahli gizi, kader, , dan lainnya, yang memiliki peran dan tanggung jawab yang dapat saling bersinggungan dan melengkapi dalam merawat klien/masyarakat sesuai dengan keahlian yang dimiliki masing-masing.



Kunjungan lapangan ke salah satu desa di Lombok Barat

Pelayanan kesehatan berbasis tim bertujuan untuk memberikan perawatan yang holistik dan terkoordinasi kepada pasien. Melalui kolaborasi tim, rencana pelayanan yang seharusnya didapatkan masyarakat untuk dilengkapi (care plan) dapat diketahui secara real time dan jika ada kesenjangan dalam pelayanan dapat ditutupi segera oleh tim.


Hal ini juga membantu keputusan perawatan dapat dipertimbangkan bersama, dan rencana perawatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu sehingga mendapat layanan lebih lengkap dan berkualitas. Pendekatan ini juga membantu mengoptimalkan pencegahan dan promotif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif. Ini sangat sejalan dengan revolusi layanan primer yang dideklarasikan pertama pada 1978 melalui Deklarasi Alma Ata. Padaera penguatan layanan primer saat ini perlu pendekatan yang lebih maju dan berbasis teknologi guna terakselerasinya transformasi layanan primer yang sebenarnya (Hone et al., 2018).



Kunjungan lapangan ke Posyandu Dusun Pemangket, Narmada, Lombok Barat


Mengapa Workshop seperti ini perlu ada?


Diadakannya workshop ini memiliki tujuan untuk pengembangan dan pelaksanaan kedepannya, diantaranya adalah sebagai berikut:


  1. Mendiskusikan bersama mitra tentang spesifikasi platform/sistem yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan layanan berbasis tim dengan FHIR. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa infrastruktur yang tepat ada untuk mendukung transformasi ini.

  2. Meningkatkan kapasitas dan berbagi pengetahuan di antara para peserta. Workshop ini akan menjadi forum bagi para profesional, peneliti dan pemangku kepentingan untuk belajar lebih lanjut tentang FHIR dan bagaimana pelaksanaannya, untuk menciptakan dampak.

  3. Menyusun langkah-langkah selanjutnya untuk menilai dampak dari layanan berbasis tim pada masyarakat. Workshop ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan yang lebih baik dan terpadu.


Workshop "Catalyzing Integrated Primary Health Care on FHIR"menjadi satu langkah aksi menuju lompatan pelaksanaan program yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan siap di scale up ke seluruh layanan primer dan rujukan yang ada di Indonesia.



Dokumentasi Kegiatan:


Workshop Mengenai Pelatihan Pelayanan Terpadu bebasis FHIR

Tim SID melakukan Kunjungan ke Puskesmas Narmada

Tim SID melakukan Kunjungan Lapangan

REFERENSI:


Hone, T., Macinko, J., & Millett, C. (2018). Revisiting Alma-Ata: what is the role of primary

health care in achieving the Sustainable Development Goals? The Lancet, 392(10156),

1461–1472. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(18)31829-4



HL7FHIR: Summary of FHIR. source on https://www.hl7.org/fhir/summary.html


World Health Organization (WHO). Declaration of Alma-Ata. (n.d.).

https://www.who.int/teams/social-determinants-of-health/declaration-of-alma-ata



54 tampilan0 komentar

Comentários


bottom of page